Oleh Teuku Kemal Fasya - - - SEORANG profesor ilmu politik Universitas Airlangga beberapa waktu lalu mengirimkan tulisan kepada saya tentang wacana bandit atau banditisme. Tulisan yang ditulis Richard W Slatta, dosen North Carolina State University, Bandits and Social Rural History (1991), mengambarkan bagaimana sesungguhnya peran bandit dalam politik. Dalam komunitas masyarakat pedesaan di Amerika Latin, bandit bukanlah sebuah anomali sosial. Ia dianggap referensi, entitas, atau sistem nilai utama dalam politik. Secara tidak langsung sang profesor ingin mengajak saya melakukan kontekstualisasi dan asosiasi atas kejadian yang secara referensial telah diteliti di wilayah lain, agar dapat dicari titik temu pada konteks kini dan di sini. Ia tahu bahwa Aceh memiliki permasalahan yang mirip dengan pesan jurnal itu. Dalam tulisan itu, Slatta menyoal kembali kajian perbanditan politik (political banditry) yang sebelumnya telah menjadi bacaan kanon, terutama melalui karya G...